Di ranjang besi yang agak rapuh tertuliskan nama kezia,ya..perempuan tadi bernama kezia,gadis cantik yang harus kehilangan kekasih hatinya karena kecelakaan lalu lintas.dia terbaring lemas sambil sekali-sekali berteriak karena dia tidak bisa menerima kenyataan yang telah terjadi.di ruangan lain sedang duduk laki-laki tadi dengan seorang dokter,dokter itu pun berkata”radit om sudah berusaha tapi tekanan batin yang zia hadapi terlalu berat dan dia ga kuat menahannya,zia mengalami depresi berat sementara dia harus menjalani perawatan yang sangat intensif”radit pun berkata”om apakah zia ada harapan sembuh?”sambil menepuk pundak radit dokter itu pun berkata”om tau kamu sangat menyayangi zia,kamu sabar yach,harapan sembuh pasti ada tapi kita harus sabar, dan yang penting kita berusaha untuk menyembuhkan zia”radit menitikan air mata dan bergumam dalam hati”zia,kenapa kamu harus kaya gini,aku sayang banget sama kamu,aku sudah mengalah dan mengubur cinta ini dalam-dalam ,karena kamu mencintai raka,sekarang raka sudah ga ada malah kamu yang menderita,seandainya aku bisa menggantikan raka aku rela”radit terkaget ketika dokter menyadarkan radit dalam lamunannya”radit,ko malah diam?kamu sabar yach,kamu harus kuat supaya zia kuat.” Radit pun hanya mengangguk,dan tak lama kemudian raditpun berpamitan dan kembali ke kamar kezia.
Di ruang 03, kezia hanya menatap ke jendela dengan tatapan yang kosong dan tak mengucapkan satu kata pun,tak tau apa yang berkecamuk dalam fikiran dia,radit hanya mengelus rambut kezia dan memeluknya erat,tak terasa air mata radit mulai berjatuhan.dan radit pun berjanji akan selalu ada di samping kezia.
Satu bulan berlalu,kezia sudah bisa di bawa pulang karena keadaannya sudah mendingan tetapi dia harus berobat jalan.dengan di temani orang tuanya kezia pulang kerumah tanpa di temani radit,karena radit sedang ada urusan yang tak bisa ditinggalkan.sesampainya dirumah,kezia hanya diam tak bicara,dan langsung masuk kamar,orang tuanya hanya bisa menangis dan menangis karena anak semata wayangnya harus mengalami nasib yang seperti ini,kezia anak yang pandai,kaya,ceria,aktif,cekatan dan tak pernah diam,dia salah satu orang terpandai di universitas taruna bhakti,banyak yang menyukai dia selain cantik diapun pintar bergaul,tak ada yang menyangka dia akan seperti ini.
Kezia di jakarta tinggal sendirian,karena orang tua kezia tinggal di bandung karena mereka bekerja di bandung,sekarang keadaannya udah mulai membaik hanya saja dia jadi agak susah berkomunikasi dengan orang lain.
Didalam kamar terdengar bunyi ketukan pintu dan zia membuka pintu tersebut dan terlihat wanita yang masih terlihat segar dan cantik memeluk kezia dan bergumam”sayang bunda dan ayah kerja dulu yach,dirumah ada bibi,kamu jangan kemana-mana yach,kamu harus istirahat”dan kezia hanya mengangguk tanpa bicara,perempuan itu langsung menuju keluar kamar.
Di tempat lain Radit sedang sibuk menggerak-gerakkan penanya,sekarang dia mengambil alih perusahaan keluarga yang bergerak di bidang IT,sambil kuliah dia menjalankan perusahaan milik ayahnya karena dia adalah pewaris tunggal perusahaan itu.radit melihat jam di dinding yang menunjukan pukul 03.00 wib,dia langsung menutup laptop dan membereskan buku-buku yang berserakan di atas meja.tak lama kemudian dia beranjak pergi dari ruangannya dan langsung tancap gas menuju rumah kezia.
Sesampainya dirumah kezia radit mengetuk pintu dan langsung di sambut oleh wanita paruh baya yang biasa dipanggil bibi oleh keluarga Hermawan.”bi,kezia ada?”ujar radit,”ada den radit”ucap bibi sambil mempersilahkan radit masuk, raditpun langsung masuk dan duduk di ruang tengah,”sebentar ya den saya panggil non zianya”ujar bibi,raditpun hanya mengangguk sambil melemparkan senyum.kemudian bibipun langsung menuju kamar kezia.dan tak lama kemudian kezia pun datang dengan muka agak segar dia langsung menyapa radit dan dia tersenyum,radit pun langsung membalas senyuman tersebut sambil berkata “gimana keadaan kamu sekarang?”,kezia duduk dan menjawab”alhamdulilah baik sayangku”,radit hanya tersenyum getir karena dia tau kata sayang itu bukan di ditujukan untuknya tapi untuk raka yang telah tiada.ya....selama ini kezia menyangka radit itu adalah raka yang telah tiada,kezia masih belum bisa menerima semuanya.dan mereka pun tenggelam dalam percakapan yang sangat mengasikan sampai mereka lupa waktu.
Dipagi yang cerah terlihat seorang gadis cantik sedang bersolek mempercantik diri,dia merapihkan rambut dan bajunya,gadis itu memakai baju pink dan rok pendek,rambutnya digerai,dia terlihat sangat cantik tidak terlihat tanda-tanda bahwa dia sedang mengalami depresi berat.dengan semangat baru kezia melangkah ke meja makan untuk sarapan pagi,dimeja makan sudah tersedia menu yang lengkap,setelah selesai sarapan kezia terlihat mengotak atik handphone nya dan terdengar jawaban dai hpnya”iya sayang,aku dah ada di depan rumah kamu dari tadi”kezia seraya menutup teleponnya dan langsung menuju ke luar,tak lama kemudian mereka pun berlalu.
Setiba di kampus banyak orang yang melirik sambil berbisik-bisik,radit hanya berusaha mengajak kezia berbincang-bincang agar kezia tak memperhatikan orang-orang di sekitarnya.setiba di kelas kezia menyapa teman-teman kelasny seperti yang iya lakukan dari dulu,tetapi teman-teman nya terlihat aneh,radit pun mengajak kezia duduk karena kuliah akan segera di mulai.
Sepulang kuliah mereka pulang kerumah dan rsdit pun langsung pamitan untuk pulang kepada orang tua kezia.kezia langsung masuk ke kamar untuk menggantii bajunya dan dia kembali ke ruang keluarga,disana ada mama dan papanya sedang berbincang-bincang dan kezia pun langsung ikut bergabung.”sini sayang gimana tadi dikampus seneng ga????”ujar bu hermawan kepada anak semata wayangnya.kezia pun langsung duduk ditengah-tengah ayah dan bundanya,sambil bermanja-manja kezia pun bercerita tentang keadaan di kampusnya”seneng sih mah tapiii,,,,”sambil menyender ke bundanya “tapi kenapa sayang??”ujar pa hermawan.kezia melanjutkan kata-katanya”tapi,,,ada yang aneh ma teman-teman aku yah”ujar kezia sambil memotong lagi kata-katanya”aneh kenapa sayang”ujar bu hermawan penasaran.”aneh aja bunda,ko mereka semua keliatannya kaya yang ngeliatin zia terus,dan zia perhatiin mereka kaya yang ketakutan gitu liat zia,ga sedikit orang berbisik-bisik saat zia lewat”sambil menghela nafas ibu herawan berujar”sayang itu hanya perasaan kamu aja,kan kamu baru pulih dari sakit jadi mungkin mereka berbisik karena mereka ikut senang kalo kamu sekarang udah sembuh”,keziapun mengerutkan dahi nya sambil bergumam”iya mudah-mudahan begitu bunda”,”ya dah aku mo ke kamar dulu ya bunda,ayah”gumamnya sambil mencium bunda dan ayahnya kemudian menuju kamar,ayah dan bundanya hanya tersenyum,dan berharap anak semata wayangnya itu dalam keadaan baik-baik saja agar bisa meneruskan perusahaannya kelak.
Keesokan harinya seperti biasa radit sudah menunggu diruang tamu milik keluarga hermawan,dengan perasaan bahagia dia memulai hari,tak lama ibu dan pa hermawan menemui radit,radit pun tersenyum dengan ramah kepada mereka dan mereka pun membalas senyuman radit,sambil mempersilahkan duduk kembali.sambil berbincang-bincang bu hermawan menanyakan keadaan anak nya dikampus “nak radit,bagaimana keadaan zia di kampus?maaf yach zia ngerepotin nak radit terus”,raditpun menjawab”banyak perkembangan tante dia udah mulai bisa berinteraksi dengan teman-temannya tante,hanya saja dia masih agak canggung tante”,tak lama kemudian zia pun datang dengan tiba-tiba dan membuat sontak semua yang ada di ruang tamu kaget tapi untungnya dia tak curiga dengan semuanya,”bunda,ayah,sayang,pagi maaf yach aku kesiangan bangunnya”sambil tersenyum manja zia kemudian mencium kedua pipi orang tuanya dan seraya berpamitan,keduanya pun berlalu.
Dikampus seperti biasa keadaan sudah ramai dengan kericuhan mahasiswa yang berdemo selalu terjadi kenaikan biaya perkuliahan,sudah beberapa hari ini kampus selalu ricuh.radit dan zia hanya duduk-duduk di taman kampus karena perkuliahan diliburkan.mereka pun asik ngobrol berdua,tiba-tiba handphone radit pun berdering radit sontak mengambil handphone di tas nya,tak lama kemudian radit tersentak kaget melihat nama yang tertera di layar handphone miliknya bertuliskan karenina,raditpun hanya tertegun memandangi handphonenya,zia menegur radit”sayang,kenapa diem aja itu hp kamu bunyi,ayo jawab dong...”,radit pun tersadar dari ke kagetan nya dan menjawab teleponnya,dengan hati berdebar-debar dia berkata” halo..”dan si penelepon itu pun menjawab”halo sayang,kamu kemana aja ko ngga ngehubungi aku,padahal aku nunggu terus...”radit pun hanya menjawab “iya maaf aku lagi sibuk aja urusan kantor dan kuliah sannga menyita waktu aku,kabar kamu gimana disana?”,si peneleponpun menjawab”baik-baik aja sayang mungkin minggu depan aku pulang”radit pun kembali terperangah dia gelisah karena tunangannya akan pulang minggu depan.karenina adalah tunangan radit dia menuntut ilmu di Amerika karena dia mendapat beasiswa prestasi.otaknya yang brilian membuat dia jauh dari tunangannya.raditpun membayangkan bagaimana jadinya jika tunangannya pulang dan dia harus menjelaskan tentang zia ke tunangannya,bagaimana kalau zia tau tentang tunangannya?.raditpun menutup handphonenya da memandang ke arah zia.ziapun hanya tersenyum dan menanyakan siapa yang menelepon radit tadi”sayang,siapa tadi yang nelpon barusan?”dan radtpun menjawab dengan gugup”o...itu teman lama aku, dia kuliah di amerika namanya karenina dia teman waktu SMA dulu.dan kezia pun mengganguk tanda mengerti.raditpun lega sekali takutnya kezia curiga.mereka pun pulang kerumah.
Keesokan harinya kezia hanya bermalas-malasan di depan Televisi sambil meminum susu coklat hangat yang sudah tersedia di meja.sedangkan radit seperti biasa sedang sibuk mempersiapkan meeting dengan karyawannya,setelah selesai radit pun terlihat mengotak-atik HP nya dan menemukan nama karenina dan langsung tersambung dan terdengar suara yang parau tapi merdu.”Hallo sayang”ucap radit,suara di seberang sana balik menjawab,”halo juga sayang,tumben nelpon duluan?”radit pun mengernyitkan keningnya,dia tampak gugup sambil berkata.”mang ngga boleh ya sayang?”,”bukannya gitu,Cuma tumben aja nelpon duluan,biasanya juga aku yang nelpon duluan dan biasanya juga sayang yang nutup duluan”,raditpun hanya terdiam karena dia tau tunangan nya sedang marah karena akhir-akhir ini dia memang disibukkan dengan mengurus kezia dan dia hampir lupa dengan tunangannya sendiri.raditpun hanya bisa minta maaf kepada tunangannya itu.pembicaraan berjalan cukup alot dan tegang tetapi semuanya bisa teratasi kemudian radit pun menutup teleponnya.
Minggu ini minggu yang sibuk bagi radit karena selain dia mengurus urusan pribadinya dia pun sibuk mengurus kantornya dan juga kuliahnya karena sebentar lgi ujian semester.dia menghabiskan waktunya di rumah.setelah pekerjannya selesai dia.....
BERSAMBUNG....
andien ^_^
0 komentar:
Posting Komentar